Berjama’ah…
Berkelompok…
Bersama-sama…
Gotong royong….
Kenapa memilih untuk berjamaah melakukan amal sholeh atau dakwah ?
Kita bisa kok melakukannya sendiri.
Berjamaah artinya melakukannya bersama2x, gotong royong, saling mendukung.
Karena orangnya lebih dari satu, maka agar bisa mencapai tujuan bersama harus ada rules atau aturan main dimana agar tujuan besar yang dituju berjalan sesuai harapan.
Didalam jamaah juga kita tak sendiri, saat ruh amal sholeh mengalami degradasi, penurunan, penggerusan, ada teman sekelompok yang membantu mengingatkan kita. Kita tak sendiri. Biasanya kalau kerja hanya sendiri cepat lelah dirasa sedang kerja masih banyak.
Coba kita fikirkan…..
Betapa banyaknya pekerjaan umat ini. Betapa besarnya kerja demi mencapai kemaslahatan orang banyak ini. Bukan Cuma kemaslahatan kita seorang diri, tapi masyarakat banyak. Apa ini bisa dikerjakan sendiri saja ? berapa besar kemampuan kita ?. Juga bayangkan nikmatnya sahur bersama2x, tidak seorang diri. bayangkan juga kita sholat dimesjid berjamaah, semua spirit dan semngat ibadah lebih terasa, manakala kita lakukan bersama.
- Sabar dengan pergesekan…
Iya, didalam berjamaah kita harus punya kata kunci utama itu. Keluarga adalah bentuk terkecil kita dalam berjamaah. Kita punya kesepakatan2x dengan suami, dengan anak, dengan asisten kita. Bayangkan jika keluarga kita berjalan sendiri2x sesuai keinginannya. Apa tujuan besar keluarga itu akan terwujud ?. karena masing2x kan punya tujuan sendiri2x, maka semua berjalan ke arah tujuan individu itu saja.
- Saya lelah dan sulit berada dalam jamaah…
Hidup dan yang ada didalamnya punya ilmunya. Hatta sekedar mengorek kuping, walau sederhana tetap ada ilmunya. Apalagi terhadap hal yang sangat besar. Terhadap diri kita pun kadang kita merasa kesulitan, malasnya minta ampun padahal pinginnya rajin, terlalu emosional padahal inginnya sabar, dll.
Jadi sulit adalah sifat dunia….ini harus di pahami sekali. Baik itu kadarnya 10,20 atau 100. tetap tiap2x hal didunia ini punya sisi sulit. Lantaran sulit itulah manusia berfikir keras menelurkan ide2x dan ilmu2x untuk memudahkan kehidupannya. Dengan berfikir keraslah maka ada listrik, lampu, komputer, kompor gas, tv, dll, yang intinya manusia berusaha menemukan bentuk2x kemudahan untuk menjalani kehidupannya.
Jadi…jika berjamaah itu sulit, ribet, adalah biasa. Yang gak biasa kalau semuanya mudah dan serba enak. Karena mudah bukan sifat dunia tapi sifatnya surga. Disanalah nanti tempat sebenar2xnya kemudahan, bermalas2x, menikmati hasil. Dan dunia, tempat kita sekarang ini adalah tempat berjuang, bekerja keras. Karena hanya dengan bekerja keraslah kita kan peroleh hasil maksimal, dan setiap hal yang kita peroleh dengan susah payah, penuh perjuangan, hasilnya pun akan benar2x kita hargai. Dan untuk mengatasi dilema kesulitan itulah dibutuhkan ilmu, berbagai disiplin ilmu ada didalamnya, ilmu berkelompok, ilmu kepemimpinan, ilmu management, ilmu matematika, ilmu ekonomi, ilmu agama, dll.
Selain itu juga,sesungguhnya setiap permasalahan kembali kepada diri kita, ini masalah seni memanaje diri. Jika makin hari kita makin pandai mengenal diri dan menatanya. Apapun yang terjadi diluar diri kita akan mudah kita atasi, ini barangkali ya intinya. Yang penting apa yang ada didalam diri kita. Bagaimana jika terjadi persinggungan kita tidak menjadi emosional, bagaimana kita akhirnya mampu mengatasi diri sendiri, dan tentu ilmu tidak masuk dengan serta merta, semua melalui proses. Yang tidak lazim adalah jika berhenti dalam berproses.
Berjamaah…
Dalam berbagai bentuknya, kecil atau besar, dalam keluarga atau berorganisasi sekalipun tetap lebih menguntungkan. Friksi tidak menyebabkan ia jadi lebih buruk, tetapi friksi yang berkepanjangan tanpa penyelesaianlah yang menyebabkan berkelompok jadi bubar. Banyak hal besar nyatanya bisa dicapai dalam berjamaah.
Dan Allohpun lebih suka dengan pekerjaan yang dilakukan bersama.
Dan…berjamaahpun sekaligus wahana rekreasi kesabaran kita….
Yuk….mari kita nikmati !
Allah Almusta’an

3 comments
Comments feed for this article
Mei , 2008 pada 1:38 am
nenyok
salam
Iya Mba, berjamaah akan membuat kita lebih merasa bersaudara, setuju banget slalu berjamaah dalam kebaikan selain dalam beribadah tentunya
Mei , 2008 pada 8:15 pm
Andhien
Sangat layak untuk direnungkan. Saya ingat filmnya HarunYahya, Mesir, tentang masyarakat semut. Menurutnya kehiduan kesalingtergantungan, berjemaah adalah suatu hal yang besifat fitrah. Oke Makasih, sangat inspiratif!
Mei , 2008 pada 3:12 pm
atikahmubarak
semoga kita berteman disini adalah dalam rangka berjamaah dlm kebaikan dan mengingatkan. terima kasih my friends