Kuketuk pintunya
Kupanggil namanya
Kutunggu ia datang
Tapi…ia belum jua ada Rabbku
‘oh, ada yang datang menujuku’
Hadiah yang kuharap telah Kau beri
‘oh, betapa suka citaku membuncah Rabb… ’
‘ it’s very beautiful…’
‘ oh, Rabb….’
‘Bukan…aku salah….’
Ia hanya lewat sesaat saja
Kutahan tetesan airmata ini, namun gagal
‘oh, ternyata belum lagi datang hadiahMu ‘
Rabb…bertahun ku pinta, bertahun ku bersabar menanti hadiahMu
Rabb…aku akan tetap bersabar memohon dan menunggu
hadiahMu…
teman sejati pelipur laraku
teman setia suka dukaku
teman duduk jalanku
’ ia pasti ada ’
’ Sebuah hati ikhlas dan penuh minat ’
karena kutahu Kau masih menyimpannya dengan apik
dan menunggu waktu terbaik untukku
’ cukuplah obatku hari ini, setetes air bening disudut mata ’